Telaah Epistemologi Positivisme dan Fenomenologi (Sebuah Perbandingan)

M. Sanusi -

Abstract


Epistemology is begun based on the need of philosophy used to recite social-cultural events. Nowadays, development of epistemology is fast enough as a proof of a thinking way which is growing in academic and reasearch, especially in social-cultural science. The growing epistemology are positivism, materialism, structuralism, hermeneutics and phenomenology. Epistemology does not appear explicitly in reasearch yet it is always there. Scientists and researchers should be aware what epistemology is to use. It gives the benefit in the strenghth of the research. This article delivers about growing epistemology in social sciences. The two kinds of epistemology discussed in this article used comparison approach; that is comparing both to find out the similarities and the differences. Positivism is epistemology used in many social-cultural researchs while phenomenology responds positivism and shows critic on it.

Keywords


Epistemology, Positivism, Phenomenology, Social-cultural Science, Natural Science.

Full Text:

PDF

References


Abdul Rahman Sholeh, 2005. Pendidikan Agama dan Pengembangn untuk Bangsa, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Ahimsa Putra, H. S. 1997. Antropologi Koentjaraningrat: Sebuah Tafsir Epistemologi dalam Koentjaraningrat dan Antropologi di Indonesia. Hal. 25-48. Editor: E. K. M. Masinambow. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ahimsa Putra, H. S. 2012. Fenomenologi Agama: Pendekatan Fenomenologi untuk Memahami Agama. Jurnal IAIN Walisongo. Vol. 20. Nomor. 2. November 2012.

Ulumuddin. 2006. Jurgen Habermas dan Hermeneutika Kritis (Sebuah Gerakan Evolusi Sosial). Jurnal Hunafa. Vol. 3. No. 1. 1 Maret 2006.

Tim Penyusun Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Sudarminta, J.. 2002. Epistemologi Dasar: Pengantar Filsafat Pengetahuan. Yogyakarta. Kanisius.

Riley, Dylan. 2007. The Paradox of Positivisme. Social Science History, Vol. 31, No. 1 (Spring, 2007), pp. 115-126. Diambil dari: http://www.jstor.org/stable/40267932 (26 Oktetober 2017).

Bryant, Christopher G.A.. 1985. Positivism in Social Theory and Research: Theoritical Traditions in The Social Sciences. London: Macmillan Publisher.

Subchi, Imam. 2001. Dialog Kebudayaan: Teori dan Metodologi (Perspektif Antropologi). Jakarta. Jurnal Mimbar Agama dan Budaya. Vol. XVIII. No. 4.

Watloly, Ahliab. 2001. Tanggungjawab Pengetahuan: Mempertimbangkan Epistemologi secara Kultural. Yogyakarta: Kanisius.

Russell, Betrand. 2007. Sejarah Filsafat Barat; Kaitannya dengan Kondisi Sosio-politik Zaman Kuno Hingga Sekarang. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Raco, J.R. Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakter dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo.

Hasbiansyah, O. 2008. Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator. Vol. 9. No. 1. Juni 2008.

Sukarno, B. 2005. Tinjauan Filosofis tentang Pancasila sebagai Filsafat. Solo: Sebelas Maret University Press.

Bentz, V.M. 1995. Husserl, Scutz, “Paul” and Me: Reflection on Writing Phenomenology. Human Studies, Vol. 18, No. 1, Intersubjectivity as a Practical Matter and Problematic Achievement (Jan., 1995), pp. 41-62 Diambil dari: http://www.jstor.org/stable/40267932 (26 Oktetober 2017).

Comte, Auguste. 1858. Positive Philosophy. Diterjemahkan oleh: Harriet Martineau. New York: Calvin Blanchard.

Hardiman, F. Budi. 2003. Melampaui Positivisme dan Modernitas: Diskursus Filosofis tentang Metode Ilmiah dan Problem Modernitas. Yogyakarta. Kanisius.

Irianto, Sulistyowati. 1997. Konsep Kebudayaan Koentjaraningrat dan Keberadaannya dalam Paradigma Ilmu-ilmu Sosial. Dalam Koentjaraningrat dan Antropologi di Indonesia, Masinambow, E.K.M., (ed), (hal 49-60). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Hardiman, F. Budi. 2007. Filsafat Fragmentaris: Deskripsi, Kritik dan Dekonstruksi. Yogyakarta. Kanisius.

Hom, Beck Andreas. 2013. Philosophy of Scince: An Introduction for Future Knowledge Workers. Frederiksberg. Samfundslitteratur.

Smith, Linda & Reaper, William. Ide-ide Filsafat dan Agama: Dulu dan Sekarang. Yogyakarta. Kanisius.

Bakker, Anton. 1995. Antropologi Metafisik. Kanisius. Yogyakarta.

Halim, Syaiful. 2017. Semiotika Dokumenter. Membongkar Dekonstruksi Mitos dalam Media Dokumenter. Yogyakarta. Deepublish.

Magnis-Suseno, Franz. 2000. 12 Tokoh Etika Abad ke-20. Yogyakarta. Kanisius.

Magnis-Suseno, Frans. 2005. Pijar-pijar Filsafat. Yogyakarta. Kanisius.

Irianto, Sulistyowati, dkk. 2006. Perempuan dan Hukum: Menuju Hukum yang Berprespektif Kesetaraan dan Keadilan. Jakarta. Obor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


_____________________

Sekertariat Jurnal Asketik
Rumah Jurnal STAIN Kediri: Jurnal Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri, Kediri, Jawa Timur, 64129, Indonesia
Telp. (+62354) 689282, Fax. (+62354) 686564
Jurnalasketik@gmaial.com