EMBODIMENT OF LOCAL WISDOM FOR ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY: PRACTICING ECO-THEOLOGY IN KAMPUNG NAGA

Ridho Afifuddin

Abstract


Paper ini mencoba untuk menguraikan praktik masyarakat adat Kampung Naga dalam melestarikan lingkungan yang berlandaskan pada kearifan lokal disertai keyakinan agama yang melekat pada diri mereka. Metode pengambilan data dalam paper ini adalah participant observation dan studi etnografi s secara mendalam. Dengan menggunakan pandangan dunia (world view) sebagai basis dasar cara pandang pengetahuan, penelitian ini menghasilkan beberapa poin penting. Pertama, bahwa masyarakat adat dengan pengetahuan lokalnya selalu berupaya untuk hidup damai dengan siapapun dan apapun yang ada di lingkungan sekitar mereka. Upaya untuk hidup damai ini bukan sekedar dimaknai sebagai sebuah tugas, namun lebih kepada way of life yang secara fundamental menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Lebih dari itu, kehidupan yang selaras dan damai bersama alam ini, sesungguhnya juga disadari sebagai bentuk pengejawantahan dari nilai-nilai spiritual. Spiritual masyarakat adat Kampung Naga merupakan bentuk kolaborasi cantik antara tuntunan adat dengan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, ajaran Islam sebagai agama samawi mampu dihadirkan dalam wajah lokal ala Kampung Naga tanpa menghilangkan esensi dari nilai keislaman itu sendiri

Kata kunci: Ekoteologi, Masyarakat Lokal, Lingkungan, Kearifan Lokal

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.30762/empirisma.v26i2.687

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Empirisma by STAIN Kediri is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.stainkediri.ac.id/index.php/empirisma

View My Stats

 

Indexed By :

     

Flag Counter