School, Symbolic Violence, and Religious Experience of Aboge Youth

Mochammad Zaka Ardiansyah(1*)
(1) IAIN Jember
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30762/didaktika.v7i1.1342

Abstract

Abstract

This article reveals various forms of approaches taken by religious education teachers and religious materials in public and religious schools and madrasa teachers to Aboge youth. The teacher's strategy for managing diversity leaves a variety of problems because not all teachers are aware that their response to Aboge youth is a violation of religious freedom. Although there are teachers who commit symbolic violence with repressive-intimidative patterns, there is a dialogic pattern developed by a teacher in madrasas. Although it is also equally aimed at leading students' logic that the Aboge calendar method is irrelevant, the strategy makes students mindfully convert their beliefs without blaming their family's Aboge beliefs and being accommodating Aboge. Even though it seems democratic, MTs Maulana Utama has indicated that it has not carried out a policy of recognition of minorities, so there is a risk of violation of religious freedom if there are other non-Aboge minority students with a different ideological and school of fiqh background.

 

الملخص

تكشف هذه المقالة عن أشكال مختلفة من النهج الذي اتبعه مدرسو التعليم الديني والمواد الدينية في المدارس العامة والدينية ومدرسي المدارس لشباب أبوجي Aboge. تترك إستراتيجية المعلم لإدارة تنوع مجموعة متنوعة من المشكلات لأن ليس كل المعلمين يدركون أن استجابتهم لشباب أبوجي Aboge تعد انتهاكًا للحرية الدينية. من بين المعلمين الآخرين الذين يرتكبون أعمال عنف رمزية بأنماط قمعية تخويفية ، هناك نمط حواري طوره معلم يتطور في المدارس. على الرغم من أنها تهدف أيضًا إلى توجيه منطق الطلاب إلى أن طريقة تقويم Aboge غير ذات صلة ، فإن الاستراتيجية تجعل الطلاب يحولون عقائدهم بأمانة دون إلقاء اللوم على معتقدات Aboge وأسرتهم والاستيعاب تجاه Aboge . على الرغم من أنها تبدو ديمقراطية ، فقد أشارت المدرسة المتوسطة الإسلامية  مولانا أوتاما إلى أنها لم تنفذ سياسة الاعتراف بالأقليات ، لذلك هناك خطر انتهاك للحرية الدينية إذا كان هناك طلاب أقليات غير أبوجيين Aboge لديهم خلفيات أيديولوجية مختلفة لمذهب المدرسة.


Abstrak

Artikel ini mengungkap beragam bentuk pendekatan yang dilakukan oleh guru pendidikan agama dan materi keagamaan di sekolah umum dan agama serta guru madrasah kepada pemuda Aboge. Strategi guru mengelola keragaman menyisakan beragam persoalan karena tak semua guru tersebut menyadari bahwa responsnya terhadap pemuda Aboge sebagai bentuk pelanggaran kebebasan beragama. Di antara guru lain yang melakukan kekerasan simbolik dengan pola represif-intimidatif, terdapat pola dialogis yang dikembangkan seorang guru berkembang di madrasah. Meski juga sama-sama bertujuan menggiring logika siswa bahwa metode penanggalan Aboge tidak relevan, namun strateginya membuat siswa dengan penuh kesadaran melakukan konversi keyakinan tanpa menyalahkan keyakinan Aboge keluarganya dan akomodatif terhadap Aboge. Meski terkesan demokratis, MTs Maulana Utama terindikasi belum melakukan politik rekognisi pada minoritas sehingga berisiko terjadi pelanggaran kebebasan beragama jika terdapat siswa minoritas lain non Aboge dengan latar belakang ideologi dan mazhab fikih yang berbeda dengan yang diusung lembaga.

Keywords


Aboge; symbolic violence; school; minority

References


Abdan. Wawancara dengan Abdan, pemuda Aboge Kombong, Desember 2018.

Abdolah. Wawancara dengan Kiai Dolah, Desa Kuncoro, Kecamatan Kacabelah, Agustus 2016.

Amin, Fauzi. Wawancara dengan Fauzi Amin, pemuda Aboge Kendang Kempul, 2 Desember 2018.

———. Wawancara dengan Fauzi Amin, pemuda Aboge Kendang Kempul, 24 Januari 2019.

Amin, Mochammad Lathif. “Eko-Sufisme Islam Aboge Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas.” Jurnal Penelitian 14, no. 2 (2017).

Azhar, M. Subhi. Laporan Tahunan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan Dan Intoleransi 2014: “Utang” Warisan Pemerintah Baru. Jakarta: The Wahid Institute, 2014.

Azhari, M. Subhi, Alamsyah M. Djafat, Nurun Nisa, Gamal Ferdhi, dan Badrus Samsul Fatta. Laporan Tahunan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan dan Intoleransi 2013. Jakarta: The Wahid Institute, 2013.

Bagir, Zainal Abidin, dan AA GN Ari Dwipayana. “Keragaman, Kesetaraan, dan Keadilan: Pluralisme Kewargaan dalam Masyarakat Demokratis.” Dalam Pluralisme Kewargaan: Arah Baru Politik Kenegaraan di Indonesia, disunting oleh Zainal Abidin Bagir, AA GN Ari Dwipayana, Mustaghfiroh Rahayu, Trisno Sutanto, dan Farid Wijidi. Yogyakarta: CRCS UGM dan Mizan, 2011.

Bagir, Zainal Abidin, Mustaghfiroh Rahayu, Marthen Tahun, Najiyah Martiam, Budi Asyhari, Suhadi Cholil, Mohammad Iqbal Ahnaf, dan Endy Saputro. Laporan Tahunan Kehidupan Beragama di Indonesia 2011. Yogyakarta: CRCS UGM, 2012.

Baituloh, Tuki. Wawancara dengan Pak Tuki Baituloh, pengikut Aboge Desa Kuncoro, Kecamatan Kacabelah, Agustus 2016.

Bruinessen, Martin van. “Global and Local in Indonesian Islam.” Southeast Asian Studies 37, no. 2 (September 1999).

Dja’far, Alamsyah M., Gamal Ferdhi, Nurun Nisa, dan Hilaludin. Ringkasan Eksekutif Laporan Tahunan Kemerdekaan Beragama Berkeyakinan (KBB) di Indonesia Tahun 2016 Wahid Foundation. Jakarta: Wahid Foundation, 2016.

Falinda. “Sisten Keyakinan dan Ajaran Islam Aboge.” Ibda’: Jurnal Kebudayaan Islam 10, no. 2 (Juli 2012).

Fausayana, Ine. Dinamika Pembudidaya Rumput Laut: Dari Kontestari Hingga Model Design Bank Rumput Laut. Yogyakarta: Deepublish, 2018.

Fox, Jonathan. “Religious Discrimination against Religious Minorities in Middle Eastern Muslim States.” Civil Wars 15, no. 4 (2013).

---------. The Unfree Exercise of Religion: A World Survey of Discrimination against Religious Minorities. New York: Cambridge University Press, 2016.

Hoiri. Wawancara dengan Hoiri, pemuda Aboge Sindang Kerto, Desember 2018.

Institute, The Wahid. Laporan Tahunan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KKB) di Indonesia: “Utang” Warisan Tak Kunjung Terlunasi. Jakarta: The Wahid Institute, 2015.

Izzuddin, Ahmad. “Hisab Rukyah Islam Kejawen: Studi Atas Metode Hisab Rukyah Sistem Aboge.” Al-Manahij 9, no. 1 (2015).

Jones, Pip, Liz Bradbury, dan Shaun Le Boutillier. Pengantar Teori-teori Sosial: Dari Fungsionalisme hingga Post-Modernisme. Diterjemahkan oleh Achmad Fedyani Saifuddin. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2016.

JPNN. “Seperti Biasa, Jadwal Salat Id dan idulfitri Jemaah Aboge Berbeda.” www.jpnn.com, 7 Juni 2019. http://www.jpnn.com/news/seperti-biasa-jadwal-salat-id-dan-idulfitri-jemaah-aboge-berbeda.

Karim, Abdul. Wawancara dengan Abdul Karim, Pemuda Kendang Kempul, Desember 2018.

Karnanta, Kukuh Yudha. Mengakari Teks, Menjelajahi Ko(n)teks: Sekumpulan Esai Sastra dan Budaya. Surabaya: Airlangga University Press, 2018.

“Kebebasan Bergama di Indonesia 2010-2012.” Jakarta: INFID dan Tifa, 2013.

Misyanti. Wawancara dengan Misyanti, anak pengikut Aboge Desa Kuncoro, Kecamatan Kacabelah, Jember, Agustus 2016.

Muhaimin, A. G. The Islamic Traditions of Cirebon: Ibadat and Adat Among Javanese Muslims. Canberra: ANU E Press, 2006.

Mulya, Akmal. Wawancara dengan Akmal Mulya, pemuda Aboge Jumeneng, Desember 2018.

Munfarida, Elya. “Kekerasan Simbolik Media terhadap Anak.” Komunika 4, no. 1 (t.t.): 2010.

Najih. Wawancara dengan Mas Najih, putra Kiai Nasrudin Baihaki, Kombong, 23 Januari 2018.

Namiroh. Wawancara dengan Namiroh, pemuda Aboge Kombong, 29 November 2018.

Noor, Fauz, Gamal Ferdhi, dan Subhi Azhari. Mengikis Politik Kebencian: Ringkasan Eksekutif Laporan Tahunan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan (KBB) di Indonesia. Jakarta: Wahid Foundation, 2018.

“Ormas Islam Banyuwangi Tolak Gelaran Festival Gandrung Sewu 2018.” Diakses 19 Oktober 2018. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4262283/ormas-islam-banyuwangi-tolak-gelaran-festival-gandrung-sewu-2018.

Pertana, Pradito Rida. “Tradisi Sedekah Laut Bantul Dibubarkan, Warga: Mereka Bilang Syirik.” detiknews. Diakses 19 Oktober 2018. https://news.detik.com/read/2018/10/13/134559/4254941/1536/tradisi-sedekah-laut-bantul-dibubarkan-warga-mereka-bilang-syirik.

Prabowo, Agung, Mustafa Bin Mamat, dan Sukono. “Model Matematika untuk Menentukan Lamanya Puasa Ramadhan pada Komunitas Islam Aboge di Cikakak.” Dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika Etnomatnesia. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, 2017.

Prawiro, Abdurrahman Misno Bambang. “Islam Aboge: Islam and Cultural Java Dialogue (A Study of Islam Aboge Communities in Ujungmanik, Cilacap, Central Java, Indonesia).” International Journal of Nusantara Islam Volume 1, no. 2 (2013).

Redfield, Robert. Peasant Society and Culture: An Anthropological Approach to Civilization. Chicago: The University of Chicago Press, 1956.

Rofiq, M. “Jemaah Aboge di Probolinggo Baru Lebaran Besok.” detiknews. Diakses 17 Juni 2019. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4577191/jemaah-aboge-di-probolinggo-baru-lebaran-besok.

Sakirman. “Islam Aboge dalam Tradisi Jawa Alastua.” Ibda’: Jurnal Kebudayaan Islam 14, no. 2 (Juli 2016).

Sholikhah, Ika Maratus, Dian Adiarti, dan Asrofin Nur Kholifah. “Local Wisdom Reflected in The Symbols in Masjid Saka Tunggal Banyumas” 15, no. 1 (2017).

Sodli. “Dinamika Hubungan antara Penganut Islam Aboge dengan Umat Islam Lainnya di Kabupaten Banyumas.” International Journal Ihya’ ’Ulum al-Din 18, no. 2 (2016).

Suhadi. “Pendahuluan.” Dalam Politik Pendidikan Agama: Kurikulum 2013 dan Ruang Publik Sekolah, disunting oleh Suhadi, Mohamad Yusuf, Marthen Tahun, Budi Asyhari, dan Sudarto. Yogyakarta: CRCS UGM, 2014.

Sulaiman. “Islam Aboge; Pelestarian Nilai-nilai Lama di Tengah Perubahan Sosial.” Analisa: Journal of Social Science and Religion Volume 20, no. 1 (2003).

Sulistio. Wawancara dengan Sulistio, Kamituwo Desa Blukar, Kecamatan Sisik, Banyuwangi, 26 November 2018.

Suryawan, I Ngurah. Genealogi Kekerasan Dan Pergolakan Subaltern: Bara Di Bali Utara. Jakarta: Prenada Media Group, 2010.

Syaukani, Ahmad. Wawancara dengan Kiai Ahmad Syaukani, Desa Podang, Kecamatan Karang Lo, Probolinggo, Agustus 2016.

Ulumuddin, Moch. Ichiyak. “Praktik Keagaman Aliran Kejawen Aboge di antara Agama Resmi dan Negara.” Religio: Jurnal Studi Agama-agama 6, no. 1 (Maret 2016).

Wahid, Abdurrahman. Islamku, Islam Anda dan Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Institute, 2006.

Wahyudi, Amien, dan Ulfa Danni Rosada. “Religious Value of Aboge People Tradition,” Vol. 212. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya, 2018.

Widiati, Resti. “kearifan Lokal Masyarakat Aboge dan Upaya Pelestariannya di Desa Cikakak Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas dengan Tinjauan Geografi Budaya.” Geo Educasia 2, no. 6 (2017).

Widyandini, Wita, Yohana Nursruwening, dan Basuki. “Penerapan Konsep Dasar Pemukiman Aboge Cikakak pada Pemukiman Aboge Cibangkong di Kabupaten Banyumas.” Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 2015.

Wirawan, I.B. Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradigma; Fakta Sosial, Definisi Sosial & Perilaku Sosial. Jakarta: Kencana, 2003.

Yaqin, Haqqul. “Konstruksi Kearifan Lokal Islam Aboge di Probolinggo.” Humanistika: Jurnal Keislaman 4, no. 1 (2018).


Article Statistic

Abstract view : 53 times
PDF views : 27 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.