Teaching System, Education Curriculum, and Education Quality Strategy in Pondok Pesantren Lirboyo Kediri City

Kholid Junaidi(1*)
(1) UIN Sultan Syarif Kasim Riau
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30762/didaktika.v7i1.1550

Abstract

Abstract

This article aims to describe the teaching system, education curriculum, and strategies for improving the quality of education in Lirboyo Islamic Boarding School in Kediri. The education system of Islamic boarding schools is very important to study because starting from Pondok Pesantren, Islamic education in Indonesia can develop until now. This article was written using a qualitative descriptive method, which is a research procedure that produces data in the form of written and oral words of the person being investigated. Lirboyo Islamic Boarding School in Kediri was chosen as the research location because it is the largest Islamic boarding school in East Java. The result is showing that the teaching system at Lirboyo Islamic Boarding School is divided into two, namely the classical learning system and the non-classical learning system. The classical learning system was adopted from the modern education system, namely the santri grouped according to a class level according to their ability level. Madrasah Ibtida>'iyah level, Tsanawiyah level (Mts), ‘Aliyah level (MA), or I'da>diyah level (SP). The other hand, the non-classical learning systems are directly guided by the kyai with the sorogan and bandongan methods. The education curriculum at Lirboyo Islamic Boarding School is broadly divided into 7 groups of Subjects of Jurisprudence, H{adîth, Alquran, Monotheism, Arabic Literature, Sufism, Alquran Interpretation. The Islamic boarding school has determined the books on each of these lessons, based on their class levels and abilities. It can be concluded, the curriculum at the Lirboyo boarding school is still closely related to the salaf (traditional) curriculum. Meanwhile, one of the strategies to improve the education quality in Lirboyo Islamic Boarding School is by evaluating the learning outcomes through Muh}a>faz}ah akhîr al-Sanah at the end of the year and improve the graduation criteria from year to year. When announcing the results of Muha>faz}ah, the elders (masha>yikh) witnessing it, so that the mudîr was motivated to improve the education quality of their students.

  

الملخص

تهدف هذه المقالة وصف نظام التدريس والمناهج التعليمية واستراتيجيات تحسين جودة التعليم في معهد ليربويو  Lirboyoكيديري. يعد النظام التعليمي للمعهد مهمًا للغاية للدراسة لأنه من المعهديبدأ التعليم الإسلامي في إندونيسيا حتى الآن. تمت كتابة هذه المقالة باستخدام طريقة وصفية نوعية ، وهي إجراء بحث ينتج بيانات في شكل كلمات مكتوبة أو شفهية من مصدر البحث. واختيار معهد ليربويوLirboyo  كيديري كموقع للبحث لأنه أكبر المعاهدالإسلامية في جاوة الشرقية. تظهر نتائج الدراسة أن نظام التدريس في معهد ليربويو Lirboyo كيديري تنقسم إلى قسمين: نظام التعلم الجماعى ونظام التعلم غير الجماعى. ويبني نظام التعلم الجماعى من نظام التعليم الحديث ، أي نضم الطلاب على أساس  مستوى الصف وفقًا لقدرتها ، ومستوى الإعداديةوالإبتدائية والثناوية ومستوى العالية. بينما يوجه نظام التعلم غير الجماعى مباشرة من قبل كيائ مع sorogan و bandongan. ينقسم المنهج التعليمي في معهد ليربويو Lirboyo كيديريإلى سبع مجموعات من موضوعات من الفقه والحديثوالقرآن والتوحيد والأدب العربي والتصوف والتفسير ،وفي كل من هذه الدروس حددت المعهد كتابا على أساس الدرجة أوقدرة الطلاب. بمعنى أن المنهج في معهد ليربويو Lirboyo كيديريلا يزال مرتبطًا ارتباطًا وثيقًا بالمنهج السلفي أوالتقليدي. وفي حين، تتمثل إحدى الاستراتيجيات لتحسين جودة التعليم في هذاالمعهد بتقييم نتائج التعلم من خلال المحافظة في آخرسنة الدراسة كل عام ورفع معايير التخرج من سنة إلى أخرى. عندما أعلنت نتائج محافظة الطلاب شاهدالمشايخ مباشرة بحيث كان الدافع وراءها تحسين جودة تعليم الطلاب في التعلم.

  

Abstrak

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan sistem pengajaran, kurikulum pendidikan, serta strategi peningkatan mutu pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri. Sistem pendidikan pondok pesantren sangat penting untuk dikaji karena bermula dari pondok pesantren inilah pendidikan Islam di Indonesia dapat berkembang sampai sekarang. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu satu prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang yang diteliti. Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri dipilih menjadi lokasi penelitian karena merupakan pondok pesantren terbesar di Jawa Timur. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sistem pengajaran di Pondok Pesantren Lirboyo terbagi menjadi dua yaitu sistem pembelajaran klasikal dan sistem pembelajaran non-klasikal. Sistem pembelajaran klasikal diadopsi dari sistem pendidikan modern yaitu pada santri dikelompokkan berdasarkan jenjang kelas sesuai tingkat kemampuannya, Tingkat Madrasah Ibtida>'iyah, tingkat Tsanawiyah (Mts),tingkat ‘Aliyah (MA), tingkat I'da>diyah (SP). Sedangkan sistem pembelajaran non-klasikal langsung dibimbing oleh kyai dengan sistem sorogan dan bandongan. Kurikulum pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo secara garis besar dibagi menjadi 7 kelompok mata pelajaran fiqh, hadith, Alquran, Tauhid, Sastra Arab, Tasawuf, Tafsir, pada masing-masing pelajaran tersebut pondok pesantren telah menentukan kitab yang dipakai berdasarkan jenjang kelas atau kemampuan santri. Artinya, kurikulum di pondok pesantren Lirboyo masih terkait erat dengan kurikulum salaf (tradisional). Sementara itu, strategi peningkatan mutu pendidikan di pondok Pesantren Lirboyo salah satunya yaitu dengan cara melakukan evaluasi hasil belajar melalui Muh}a>faz}ah akhîr al-Sanah yang dilakukan pada akhir tahun serta menaikkan kriteria kelulusan dari tahun ke tahun. Saat pengumuman hasil Muha>faz}ah, mash}a>yikh menyaksikan langsung sehingga para mudîr termotivasi untuk meningkatkan mutu pendidikan para santrinya dalam belajar.

Keywords


teaching system; curriculum; education; Lirboyo Islamic boarding school

References


Abawihda, Ridwan. Kurikulum Pendidikan Pesantren dan Tantangan Perubahan Global. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ambary, Hasan Muarif. Menemukan Peradaban: Jejak Arkeologis dan Historis Islam Di Indonesia. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2001.

Choliq, Abdul. Manajemen Pendidikan Islam. Semarang: Rafi Sarana Perkasa, 2002.

Darmaningtyas. “Reformasi Pendidikan, Sekedar Wacana.” In Pendidikan Rusak-Rusakan. Yogyakarta: LKiS, 2005.

Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES, 1984), 21.

----------.Tradisi Pesantren memadu Modernitas Untuk KemajuanBangsa. Jakarta: Pesantren Nawesea PRESS, 2009.

Dodi, Limas. “Educational Value of Johan Vincent Galtung’s Conflict Resolution in Reducing Gender Issues Based Violence.” Didaktika Religia 6, no. 2 (2018): 327-350.

Faisal, Sanapiah. Penelitian Kualitatif: Dasar-Dasar dan Aplikasi. Malang: YA3, 1990.

Haris Fathoni Makmur, Pendidikan Islam dan Krisis Moralisme Masyarakat Modern: Membangun Pendidikan Islam Monokhotomik-Holistik. Yogyakarta: IRCiSoD, 2011.

Hasan, Muhammad. “Inovasi dan Modernisasi Pendidikan Pondok Pesantren.” Karsa 23, no. 2 (2015): 295-305.

Irawan, Prasetya. Logika dan Prosedur Penelitian: Pengantar Teori dan Panduan Praktis Penelitian Sosial bagi Mahasiswa dan Peneliti Pemula. Jakarta: UIN Syahida Press, 1999.

Juklak Muh}a>faz}ah Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Tahun 1439-1440 H / 2018-2019 M.

Madjid, Nurcholish. Bilik-Bilik Pesantren:Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina, 1997.

Mas’ud, Abdurahman et.al. Dinamika Pesantren dan Madrasash. Yogyakrta: Pustaka Pelajar, 2002.

Mu’awanah. Manajemen Pesantren. Kediri: STAIN Kediri Press, 2009

Muhajir, As’aril Ilmu Pendidikan Perspektif Kontekstual. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.

Pramono, Made. Menyelami Spirit Epistemologi Paulo Freire. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2002.

Qomar, Mujamil. Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Erlangga, 2008.

Ramli, Muhamad. “Karaktristik Pendidikan Pesantren: Sebuah Potret.” Al Falah 17, no. 1 (2018): 89-116.

Sallis, Edward. Total Quality Management in Education: Manajemen Mutu Pendidikan. Yogyakarta: IRCiSoD, 2006.

Sufirmansyah, Sufirmansyah. “Actualization of Andragogical Learning Strategies for Higher Education in Disruption Era.” Didaktika Religia 6, no. 2 (2018): 351-370.

Sukardi. Metode Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Prakteknya. Jakarta: Bumi Aksara, 2005.

Suyanto. “Manajemen Penjenjangan Pendidikan Diniyah Formal pada Pesantren di Kota Bengkulu.” An-Nizom 1, no. 2 (2016): 69-76.


Article Statistic

Abstract view : 42 times
PDF views : 17 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.