STRATEGI PENGEMBANGAN SOAL HOTS PADA KURIKULUM 2013

Moh. Zainal Fanani

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada guru tentang konsep dan karakteristik penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) secara mendalam dan untuk meningkatkan keterampilan para guru dalam mengembangkan penilaian HOTS. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, artikel ini ditunjang dengan berbagai literatur yang bersumber dari jurnal penelitian, buku referensi, modul, internet, dan sumber lainnya yang relevan dengan topik pengembangan penilaian HOTS. Dari data yang berhasil dihimpun dari berbagai referensi dapat diperoleh gambaran sebagai berikut: 1) penilaian HOTS adalah Soal-soal yang pada umumnya mengukur kemampuan pada ranah menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mengkreasi (creating-C6). Karakteristik HOTS yaitu: mengukur kemampuan berfikir tingkat tinggi, berbasis permasalahan kontekstual, tidak rutin (tidak akrab), dan menggunakan bentuk soal yang beragam; 2) langkah menulis item soal HOTS adalah: a) menganalisis KD yang dapat dibuat item HOTS, b) menyusun kisi-kisi soal, c) memilih stimulus yang menarik dan kontekstual, d) menulis butir pertanyaan yang sesuai dengan kisi-kisi, e) membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban; 3) Keuntungan dari penilaian HOTS adalah meningkat motivasi belajar siawa dan meningkatkan pencapaian hasil belajar; 4) Sedangkan strategi penyusunan soal-soal HOTS dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen stakeholder di bidang pendidikan mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah, sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan masing-masing.

Full Text:

PDF

References


Aksela, M. (2005). Supporting meaningful chemistry learning and higher order thinking through Computer Assisted Inquiry: A design research approach. Academic Dissertation. Chemistry Education Center Department of Chemistry University of Helsinki Finland.

Anderson, L.W., and Krathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy of Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman.

Australian Council for Educational Research. (2015). Developing Higher Order Thinking Skill. Melbourne: ACER

Aydin, N., Yilmaz, A. (2010). The effect of constructivist approach in chemistry education on students' higher order cognitive skills. Journal of Education, (39), 57-68.

Bagarukayo, E. (2012). Thenimpact of learning driven constructs on the perceived higher ordercognitive skills improvement: Multimedia vs. text. International Journal of Education and Development using Information and Communication Technology, (8), pp.120-130.

Bloom, B.S., et al. (1979). Taxonomy of Edu-cational Objectives: Handbook I Cognitive Domain. London:Longmans Group Ltd.

Brookhart, S.M. (2010). How to assess higher order thinking skills in your classroom. Alexandria: ASCD

Conklin, W. (2012). Higher order thinking skills to develop 21st century learners. Huntington Beach, CA: Shell Education Publishing, Inc.

Devi, P. K. (13 Mei 2012). Pengembangan Soal “Higher Order Thinking Skill†Dalam Pembelajaran IPA SMP/MTs. Diambil tanggal 23 Maret 2018, dari http://p4t.kipa.net/data.jurnal/HOTs.Poppy.pdf.

Gilligan, M.E. (2007). Traditional versus alternative assessments: which type do high school teachers perceive as most effective in the assessment of higherorder thinking skills. A Dissertation. Presented to the Faculty of the Graduate School of Saint Louis University in Partial Fulfillment of the Requirements for the Degree of Doctor of Philosophy.ProQuest LLC.

Gunawan, A. W. (2003). Genius Learning Strategy: Petunjuk Praktis untuk Menerapkan Accelerated Learning. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kartini, T. (2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru di SMKN 1 Losarang Kabupaten Indramayu. Tesis tidak diterbitkan, Universitas Indonesia, Jakarta.

Kemendikbud. (2016). Panduan Penilaian Oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan untuk Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kemendikbud. (2017). Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kemendikbud. (2017). Panduan Implementasi Kecakapan Abad 21 Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Khan, W.B. & Inamullah, H.M. (2011). A Study of Lower-order and Higher-order Questions at Secondary Level. Canadian Center of Science and Education Asian Social Science, (7), 9.

King, F.J., Goodson, L., & Rohani, F. (2013). Higher order thinking skills. Diakses tanggal 23 Maret 2018 dari http://www.cala.fsu.edu/files/higher_order_thinking_skills.Pdf.

Lai, E.R. (2011). Critical thinking: A literature review. Research Report. Diakses 29 Maret 2018 dari http://www.pearsonassessments.com/hai/images/tmrs/criticalThinking Reviewfinal.pdf.

Marhaeni, AAIN. (2005). Pengaruh Asesmen Portofolio dan Motivasi Berprestasi dalam Belajar Bahasa Inggris untuk menulis dalam Bahasa Inggris. Disertasi. Jakarta: UNJ.

Muaddab, H. (2011). Jaminan mutu dalam sertifikasi guru. Diakses 27 Maret 2018 http://Netsains.Net/2011/10/Jaminan-Mutu-Dalam-Sertifikasi-Guru/.

Mullis, I. V. S., Martin M. O., Foy P., & Arora A. (2012). TIMSS 2011 international results in mathematics. Boston: TIMSS & PIRLS International Study Center.

Reeves, T.C. (2006). How do you know they are learning: the importance of alignment in higher education. Int. J. Learning Technology, 2. 4.

Resnick, L. B. (1987). Education and learning to think. Washington, D.C: National Academy Press.

Rosnawati, R. (19 Nopember 2012). Enam Tahapan Aktifitas dalam Pembelajaran Matematika untuk Memberdayagunakan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa (Makalah). Diambil tanggal 23 Maret 2018 dari http://staff.uny.ac.id

Sahlberg, P. (2010). The secret to Finland’s success:Educating teacher. Diakses 27 Maret 2018 dari www.edpolicy.stanford.edu.

Widana, I Wayan. (2016). Penulisan Soal HOTS untuk Ujian Sekolah. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA

Wilson, V. (2000). Education forum on teaching thinking skills. Edinburgh Report, the scottish council for research in education. Diakses 20 Maret 2018 dari http://www.sciesocialcareonline.org.uk /Repository/fulltext/educthinking.pdf.

Yang, C. (2012). Applications of chemical learning evaluation based on Bloom’s taxonomy of educational objectives. J. Chem. Eng. (1), p.495.

Zohar, A., & Dori, Y.J. (2003). Higher order thinking skills and low achieving students: Are they mutually exclusive. The Journal of The Learning Sciences, (12), pp.145-181.




DOI: https://doi.org/10.30762/ed.v2i1.582

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Editorial Office:

Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri
Alamat : Jln. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri, Rejomulyo, Kec. Kota Kediri, Kediri, Jawa Timur 64127
Email: jurnaledudeena@iainkediri.ac.id
Website: http://jurnal.iainkediri.ac.id/index.php/edudeena

====================================================================================================

Jurnal Edudeena indexed by:

Akreditasi Sintaresearch database research database research database  Dimension One Search

====================================================================================================

Islamic Religious Education Department
(p-ISSN: 2581-2734, e-ISSN: 2580-9989)
http://jurnal.iainkediri.ac.id/index.php/edudeena
is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Creative Commons License

View My Stats