Konsep Perceraian di Depan Sidang Pengadilan Perspektif Maqasid Al-Syari’ah Ibnu Asyur

Abdullah Munir(1*)
(1) Institut Agama Islam Negeri Kediri
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30762/mh.v3i2.1641

Abstract

The occurrence of divorce, which is increasing from year to year, cannot be separated from the public understanding about divorce, where it can be done anytime and anywhere by the husband. This is a problem that must be resolved, even if it is not suitable to Imam Shafi'i’s opinion, namely the divorce must be applied before a court hearing. This problem must be solved through maqasid sharia. Ibnu Asyur provides solutions; the Qur'an is the greatest and most definite source and contains more than one meaning, the determination and occupation of the problem must be carried out textual and contextual study deeply. The research purpose is to reveal maqasid sharia in the determination of divorce must be applied before the court hearing, especially Ibnu Asyur's perspective. The method is descriptive qualitative by technique of data reduction, data display and taking conclusion. The results prove the divorce rate from 2015-2018 shows an increase. So according to Ibnu Asyur, Sharia texts are not only studied textually, but are contextual by considering the consequences of divorce and procedures that must be obeyed, and based on human nature in marriage, egalitarian between husband and wife, and freedom of attitude and opinion.

References


Al-Adawi, Musthafa bin. Ahkam al-Talaq fi Syari’ah al-Islamiyyah. Kairo: Maktabah Ibnu Taimiyah, 1988.

Al-Shan’ani. Subulas-Salâm. Singapura: Al-Haramayn, 1960.

Ali, Muhammad Abd al-‘Athi Muhammad, Maqasid al-Syari’ah wa Atsaruha fi al-Fiqh al-Islami. Kairo: Dar al-Hadits, 2007.

An-Nabhani, Taqiyuddin. Sistem Pemerintahan Islam, Doktrin, Sejarah dan Realitas Empirik, Terj. Moh. Maghfur Wachid, cet., Bangil: Al-Izzah, 1996.

Arifin, Bustanul. Pelembagaan Hukum Islam di Indonesia, Akar Sejarah, Hambatan dan Prosesnya, Bangil: Gema Insani Press, 1996.

Al-Sibag, Muhammad Mutawalli. Al-Idhâh fi Ahkâm al-Nikâh, Mesir: Maktabah Madbuli, 1990.

Al-Zuhaili, Wahbah. Al-Wajiz fi Usul al-Fiqh, Beirut: Dar al-Fikr, 1999.

Arba, Ades Putra. Efektiftas Mediasi Dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Negeri (Studi di Pengadilan Negeri Yogyakarta), Skripsi, Universitas Islam negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2015.

Asni. “Pertimbangan Maslahat Dalam Putusan Perceraian Akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Pengadilan Agama,” Ahkam Vol. 14, No. 1 (Januari 2014).

Bariah, Oyoh dan Iwan Hermawan. “Analisis Putusan Pengadilan Agama Karawang Tentang Cerai Gugat Karena Pelanggaran Taklil Talak (Studi Perkara No. 0554/Pdt.G.2015/PA.Krw),” AlAfkar, Journal for Islamic Studies Vol. 1, No. 1 (Januari 2018).

Dahwadin; Enceng Iip Syaripudin; Muhamad Dani Somantri; dan Sasa Sunarsa. Perceraian Dalam Sistem Hukum di Indonesia, Penerbit Mangku Bumi, 2018.

Darwuzah, Muhammad 'Azzah, al-Tafsîral-HadîtsTartîbal-SuwarHasabal-Nuzûl. Mesir: Dâr al-Gharb al-Islami, t.th.

Depag. Al-Qur'an dan Terjemahannya. Proyek Pengadaan Kitab Suci al-Qur'an, Jakarta: 1984.

Djazuli, A., Kaidah-KaidahFikih, Jakarta: Prenada Media Group, 2006.

Detik. “Hampir Setengah Juta Orang Bercerai di Indonesia Sepanjang 2018”, News.detik.com/berita. diakses 7 Oktober 2019 https://news.detik.com/berita/d-4495627/hampir-setengah-juta-orang-bercerai-di-indonesia-sepanjang-2018;

Era. “Angka Perceraian Berdasarkan Latar Belakang Pendidikan Dan Faktor Lainnya”, Era.id/read, diakses 7 Oktober 2019. https://www.era.id/read/lYUMBL-fakta-di-balik-tingginya-angka-perceraian-di-indonesia

Ibn al-Khawjah, Muhammad al-Habib. Bayna Ilmai Usul Al-Fiqh wa al-Maqasid. Juz II, Qatar: Wazarat al-Awqaf wa al-Syu’un Al-Islamiyyah, 2004.

Ibn Asyur, Muhammad Thahir. Maqasid al-Syari’ah al-Islamiyyah, Amman: Dar al-Nafais, 2001.

Ibnu Asyu. Maqasid al-Syari’ah al-Islamiyyah. Tahkik Muhammad Al-Habib Ibn Al-Khawjah, Qatar: Wazarat Al-Awqaf wa Al-Syu’un Al-Islamiyyah, 2004.

Indra. Maqasid Asy-Syari’ah Menurut Muhammad At-Tahir Bin Asyur. Tesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2016.

Jamal, Ridwan. Penyelesaian Perkara Gugat Cerai yang Didasarkan Atas Alasan Syiqaq. Jurnal Ilmiah A-Syir’ah, (2015).

Jamaluddin. Hukum Perceraian dalam Pendekatan Empiris. Medan: Pustaka Bangsa Press, 2010.

Kodir, Faqihuddin Abdul. Memilih Monogami : Pembacaan atas Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Yogyakarta: LKiS, 2005.

Kemenag, “Angka Perceraian di Indonesia Meningkat,” Kumparan.com/@kumparannews, diakses 16 Oktober 2019 https://kumparan.com/@kumparannews/menteri-agama-angka-perceraian-di-indonesia-meningkat-1544179658506355359

Mardani, Hukum Keluarga Islam di Indonesia, Jakarta: Penerbit Kencana, 2017.

Nasution, Khoiruddin. Hukum Perdata (Keluarga) Islam Indonesiadan Perbandingan Hukum Perkawinan di Dunia Muslim, Academia + Tazzafa,Yogyakarta, 2009.

Mashhour, Amira. “Islamic Law and Gender Equality-Coul There be a Common Ground?: A Study of Divorce and Polygamy in Sharia Law and Contemporary Legislation in Tunisia and Egypt,” Human Rights Quarterly Vol. 27, No. 3, (May 2005).

Manan, Abdul. Aneka Masalah Hukum Material dalam Praktek Peradilan Agama. Bandung: Pustaka Bangsa, 2003.

Nuruddin, Amir dan Azhari Ahmad Tarigan. Hukum Perdata Islam di Indonesia, Study Kritis Perkembangan Hukum Islam dan Fiqih, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sampai KHI. Jakarta: Prenada Media, 2004.

Pak Cah. “Catatan akhir tahun 2018 belum ada perbaikan ketahanan keluarga”, Kompasiana.com/pakcah, diakses 7 Oktober 2019, https://www.kompasiana.com/pakcah/5c298c3eab12ae0cab7b7bea/catatan-akhir-tahun-2018-belum-ada-perbaikan-ketahanan-keluarga?page=all;Di;

Rahman, Taufiq. Hadist-hadist Hukum untuk IAIN, STAIN, PTAIS, Bandung: Pustaka Setia, 2001.

Ramulyo, M. Idris. Tinjauan Beberapa Pasal Undang-undang No. 1 Tahun 1974 dari Segi Hukum Perkawinan Islam. Ind-Hilco, 1985.

Radarcirebon, “Indonesia Jumlah Janda Baru Setiap Tahun Meningkat”, radarcirebon.com, diakses 7 Oktober 2019 https://www.radarcirebon.com/di-indonesia-jumlah-janda-baru-setiap-tahun-meningkat.html.

Sarmono, Sarlito Wirawan. et.al. Bagaimana Mengatasi Problema Keluarga, Jakarta: Pustaka Antara, 1996.

Sastroatmodjo, Arso dan H.A. Wasit Aulawi. Hukum Perkawinan di Indonesia. Jakarta: Bulan, Jakarta, 1981.

Soemartono, Gatot. Arbitrase dan Mediasi di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka utama, 2006.

Subhani, Ja'far. Hangat & Kontroversial dalam Fikih. Jakarta: Lentera, 2002.

Suciati, Siti Muslimah; M. Arfin Hamid dan A Suriyaman Mustari Pide. “Implementasi Mediasi Terhadap Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kendari,” Jurnal Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin, Makassar, (2012).

Syaifuddin, M. dan Sri Turatmiyah. “Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan Dalam Proses Gugat Cerai (Khulu’) Di Pengadilan Agama Palembang,” Jurnal Dinamika Hukum Vol. 12, No. 2 (Mei 2012).

Syafrudin. “Tinjauan Hukum Perkawinan di Indonesia Terhadap Konsep Kafa’ah dalam Hukum Perkawinan Islam,” Yustisia Edisi 83 (Mei-Agustus 2011).

Tektona, Rahmadi Indra. “Kepastian Hukum Terhadap perlindungan Hak Anak Korban Perceraian,” Muwazah Vol. 4, No. 1 (Juli 2012).

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan Nikah, Talak dan Rujuk.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama.

Wantu, Fence M. “Mewujudkan Kepastian Hukum, Keadilan dan Kemanfaatan Dalam Putusan Hakim di Peradilan Perdata,” Jurnal Dinamika Hukum Vol. 12, No. 3 (September 2012).

Zahroh, Muhammad Abu. al-Ahwal al-Syakhsiyyah, Kairo: Dar al-Fikr al-Arabi, 1948.


Article Statistic

Abstract view : 92 times
PDF views : 135 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Abdullah Munir

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.