AL-QUR’AN DAN FENOMENA SALAH TULIS (Studi atas al-Qur’an dalam Tradisi Lisan dan Tulisan)

Derhana Bulan Dalimunthe

Abstract


Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana fenomena salah tulis al-Qur’an dalam dunia Muslim itu terjadi. Disadari atau tidak, sebagian umat Muslim sering salah dalam menuliskan ayat al-Qur’an meski ia menghafalnya. Berdasarkan analisis sejarah, fenomena yang seperti ini sangat mungkin terjadi. Fenomena salah tulis al-Qur’an terbentuk adalah karena dominannya pentransmisian al-Qur’an secara lisan, bukan tulisan. Petransmisian ini dilakukan sejak masa Nabi sampai sekarang. Meski al-Qur’an sudah berada dalam tradisi tulis, namun sejatinya tradisi tulis tersebut hanya untuk memperkuat kelisanan al-Qur’an. Kemudian seberapa besar kesadaran masyarakat akan tradisi lisan dan tulisan juga turut mempengaruhinya. Bagi mereka yang hanya memiliki kesadaran, lisan salah tulis adalah hal yang lumrah. Namun, bagi mereka yang memiliki kesadaran tulisan, salah tulis adalah hal yang tabu. Dalam masyarakat Muslim sendiri justru kesadaran tulis belum mendominasi dalam diri masyarakatnya secara penuh.


Abstract

This paper aims to see how the phenomenon of mistakenly written of the Qur'an in the Muslim world took place. Realized or not, some Muslims are often wrong in writing verses of the Qur'an even though he memorized it. Based on historical analysis, this phenomenon is very likely to occur. The phenomenon of mistakenly written of the Qur'an was formed because of the dominance of transmitting the Qur'an orally, not writing. This transmission has been carried out since the time of the Prophet until now. Although the Qur'an is already in the tradition of writing, but true writing tradition is only to strengthen the allegiance of the Qur'an. Then how much public awareness of oral and written traditions also influenced him. For those who have only consciousness, written oral misconduct is commonplace. However, for those who have written consciousness, mis-writing is taboo. In the Muslim community itself the written consciousness has not yet dominated in its society in full.

Keywords


Al-Qur'an;Orally; Mistakenly Written; History; Writing.

Full Text:

PDF

References


http://makassar.tribunnews.com,

https://www.viva.co.id,

http://www.muslimoderat.net

Bakar, Abu. Sejarah al-Qur’an. Solo: Ramadhani, 1986.

Khon,. Abdul Majid. Praktikum Qira’ah. Jakarta: Amzah, 2007.

Ong. Walter J. Kelisanan dan Keaksaraan, terj. Riki Iffati. Yogyakarta: Penerbit Gading, 2013.

M.M. al-A’dzami, Sejarah Teks al-Qur’an: Dari Wahyu dampai Kompilasi. Jakarta: Gema Insani, 2014.

Mattson, Ingrid. Ulumul Qur’an Zaman Kita: Pengantar Untuk Memahami Konteks, Kisah, dan Sejarah al-Qur’an. terj. Cecep Luqman Hakim, Jakarta: Penerbit Mizan, 2013,

Rafiq, Ahmad. “Sejarah al-Qur’an: dari Pewahyuan ke Resepsi (Sebuah Pencarian Awal Metodologi)†dalam Islam Tradisi dan Peradaban. Yogyakarta: SUKA Press, 2012.

Romdloni, Ali. al-Qur’an dan Literasi,. Jakarta: Literatur Nusantara, 2013.

Shihab, Quraisy. (dkk), Sejarah dan Ulumul Qur’an, ed. Azumardi Azra. Jakarta: Penerbit Pustaka Firdaus, 2001.

Saeed, Abdullah. Pengantar Studi al-Qur’an, terj. Shulkhah dan Sahiron Syamsuddin. Yogyakarta: Baitul Hikmah, 2016.

Syahin, Abdul Shabur Saat Qur’an Butuh Pembelaan, terj. Khoirul Amru Harapan dan Ahmad Fauzan. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2006.

Watt, W. Montgomery. Pengantar Studi al-Qur’an, terj. Taufiq Adnan Amal. Jakarta: Penerbit CV. Rajawali, 1991.

Zayd, Nasr Hamid Abu. Tekstualitas al-Qur’an,. YogyakartaL LKiS, 2003.




DOI: https://doi.org/10.30762/qof.v3i1.1137

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




__________________
QOF Journal Secretariat

Sunan Ampel Street No.7, Ngronggo, Kediri, East Java, 64129, Indonesia.
Map Coordinate: Lat -7.8467028" Long 112.0248149,21"
Creative Commons License
QOF Journal by IAIN Kediri
Licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

Indexed in
     Moraref    Base 

orcid.org/0000-0002-6276-989X